Yuryandhani
Blog Universitas Komputer Indonesia

Tips Menjadi Penyiar

Tips Menjadi Penyiar
Awal karir gw sebagai penyiar radio adalah ketika menjadi pendengar setia salah satu radio di Bandung waktu itu. Tubagus Akmal yang sekarang jadi temen deket Gw adalah orang yang bikin minat Gw sebagai penyiar bener-bener keluar dari diri Gw, Waktu itu dia bawain salah satu acara di Oz Radio. Akhirnya,Gw putusin masuk 99ers Radio School waktu gw nginjek kelas 2 SMA. Tutor gw di Radio School pernah bilang, “untuk jadi penyiar yang baik, kalian harus bisa menjadi bagian dari radio itu sendiri. Artinya, bukan hanya minat dan keinginan, tapi juga kecintaan kalian dengan dunia broadcast, dan juga kepada radio itu sendiri. Dengan itu kalian akan merasa enjoy dan pasti acara kalian akan memiliki rating yang terus meningkat”. Lulus dari Radio School, Gw sempat bawain acara SIAPA KAMU (Siaran Pagi Kamu) di 99ers radio Bandung selama 3 bulan. Setelah itu gw pindah ke Ar FM Cimahi sekitar 6 bulan, dan akhirnya menjadi penyiar salah satu acara remaja di Lita FM Bandung sampai sekarang. Salah satu syarat wajib yang harus dimiliki oleh seorang penyiar radio itu adalah memiliki hobi ngomong. Tapi, meskipun hanya ngomong dan ngobrol-ngobrol, ternyata untuk menjadi seorang penyiar radio yang baik itu bukanlah hal yang gampang. Nah, kalau Anda benar-benar serius untuk menjadi penyiar radio. Ada beberapa tips yang dapat menjadi panduan Anda, diantaranya adalah :
 
1. Kemampuan vokal:
"memiliki kualitas vokal yang bagus, bulat dan tidak pecah
"memiliki artikulasi yang jelas
"bisa berekspresi melalui suara
"bisa memainkan intonasi suara
"bisa mengatur kecepatan bicara
"cukup memiliki kemampuan verbal
 
2. Kemampuan personal:
"suka bicara dan bisa menjadi pendengar yang baik jika berhadapan dengan narasumber / saat melakukan wawancara
"memiliki spontanitas yang baik
"memiliki kepekaan terhadap situasi
"mampu menjaga emosi, terutama pada saat siaran
"percaya diri saat berbicara / siaran
"memiliki rasa ingin tahu
"bisa berkonsentrasi
"memiliki sense of humor.
 
 
Hobi ngomong…, Jadi Penyiar Radio Saja
Anda termasuk orang yang cerewet, hobi ngobrol, ngomong ataupun ngomel sendiri. Jika ya, bersyukurlah, karena tidak semua orang bisa melakukan hal seperti itu. Nah, dari pada kelebihan tersebut Anda gunakan untuk hal-hal negatif, seperti menggosip, lebih baik Anda memanfaatkan kelebihan ini untuk kegiatan yang positif. Menjadi penyiar radio misalnya.
 
Pasalnya, dari beberapa penyiar radio di Medan ini, ternyata banyak yang mengaku mengawali karirnya dikarenakan memiliki hobi ngomong dan ngobrol.
 
Aiwei ini contohnya. Penyiar Radio City FM ini mengaku, awalnya ia tidak menyangka bisa menjadi seperti sekarang. Namun, karena hobinya yang suka ngobrol untuk mendengarkan masalah yang dialami oleh kawan-kawan sekolahnya, membuat dara kelahiran 19 Desember 1983 ini pun kemudian tertarik untuk menjadi seorang penyiar radio
 
"Dulu nggak ada niat untuk jadi penyiar radio. Kata kawan-kawan sekolah dulu, Saya ini orangnya cerewet banget, padahal saat masih kecil Saya ini orangnya pendiam," ujar Aiwei saat ditemui Global di kantornya.
 
Berbeda dengan Aiwei yang mulai suka mengobrol saat masih sekolah, Reni Mait, penyiar Radio Prambors Medan ini mengaku, memang dari masa kanak-kanak dirinya sudah centil. Namun, dari sinilah ia mulai meniti karir dibidang broadcasting.
 
"Pertama sih Saya mengawalinya menjadi seorang MC(master ceremoni), kemudian berlanjut menjadi seorang penyiar radio hingga sekarang ini," ujarnya. Reni menambahkan, dibandingkan dengan kawan-kawannya di masa sekolah dulu, ia adalah orang yang paling cerewet. Bahkan, tak hanya itu, ia mengaku juga suka ngomel-ngomel sendiri.
 
Tapi, baik Aiwei dan Reni memiliki pandangan yang sama, bahwa hobi ngobrol, ngomong maupun ngomel adalah salah satu dasar untuk terjun ke dunia broadcasting. "Seorang penyiar radio yang baik itu kan harus bisa berkomunikasi secara aktif, jadi kemampuan kita untuk bisa ngomong tidak bisa dikesampingkan," seru Reni Mait.
 
Selain itu, kata mereka berdua, menjadi seorang penyiar radio juga harus memiliki bakat untuk menghibur, tidak sekedar asal ngomong saja. Karena, kalau hanya modal ngomong saja, komunikasi juga tidak akan bisa berjalan lancar seperti apa yang diharapkan.
 
"Meskipun kita sedang sedih, selama siaran penyiar radio mesti bisa menghilangkan kesedihan menjadi kegembiraan yang didengarkan kepada pendengar. Karena itu penyiar radio juga harus pandai berakting. Bakat menghibur ini sangat penting, sebagai pendukung bakat ngomong,'' ungkap Aiwei menambahi.
 
Munculkan Karakter Sendiri
 
Bagi para penyiar radio, bersiaran dapat menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Bahkan, karena terlalu menikmatinya, mereka bahkan sering lupa kalau sudah mengudara selama berjam-jam. Namun, tidak mudah bagi seorang penyiar agar dirinya bisa dikenali oleh para penggemarnya. Dibutuhkan sentuhan khusus dalam menciptakan citra tersebut. Apa itu?
 
"Setiap seorang penyiar radio harus memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Karena dari sinilah biasanya yang bisa membedakan antara penyiar satu dengan penyiar lainnya. Kalau penyiar radio itu, ya jelas bisa diciptakan dari karakter suara penyiarnya. Soalnya suara kan modal utama dalam siaran radio," ungkap Reni Mait.
 
Sepaham dengan Reni, Aiwei pun juga mengungkapkan hal yang sama, setiap penyiar radio harus memiliki karakter sendiri-sendiri. "Karakter penyiar radio sangat penting, karena dengan karakter ini para penggemar dengan cepat mengenali siapa sih yang lagi siaran. Bahkan dengan karakter suara penyiarnya, bisa saja kemudian karakter sang penyiar menjadi icon radio," jelasnya.
Nah, kalau Anda hobi ngomong, ngomel dan termasuk kategori orang cerewet, tak ada salahnya Anda memanfaatkan kelebihan ini dengan kegiatan positif. Tak hanya menjadi penyiar radio, karena masih banyak bidang-bidang lain yang dapat Anda tekuni, seperti menjadi MC.
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 01 November 11 - 20:34 WIB
Dalam Kategori : SIARAN, YURY, SEBIRUHARIINI, CERPEN, TIPS
Dibaca sebanyak : 3108 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback